Thursday, April 14, 2011

TAKDIR MANUSIA TELAH DI TENTUKAN

Dari Abu 'Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, "Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi 'Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.  [Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643] 

Kalimat, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya ” maksudnya yaitu Air mani yang memancar kedalam rahim, lalu Allah pertemukan dalam rahim tersebut selama 40 hari. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa dia menafsirkan kalimat diatas dengan menyatakan, “Nutfah yang memancar kedalam rahim bila Allah menghendaki untuk dijadikan seorang manusia, maka nutfah tersebut mengalir pada seluruh pembuluh darah perempuan sampai kepada kuku dan rambut kepalanya, kemudian tinggal selama 40 hari, lalu berubah menjadi darah yang tinggal didalam rahim. Itulah yang dimaksud dengan Allah mengumpulkannya” Setelah 40 hari Nutfah menjadi ‘Alaqah (segumpal darah)

Kalimat, “kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya” yaitu Malaikat yang mengurus rahim

Kalimat "Sesungguhnya ada seseorang diantara kamu melakukan amalan ahli surga........" secara tersurat menunjukkan bahwa orang tersebut melakukan amalan yang benar dan amal itu mendekatkan pelakunya ke surga sehingga dia hampir dapat masuk ke surga kurang satu hasta. Ia ternyata terhalang untuk memasukinya karena taqdir yang telah ditetapkan bagi dirinya di akhir masa hayatnya dengan melakukan perbuatan ahli neraka. Dengan demikian, perhitungan semua amal baik itu tergantung pada apa yang telah dilakukannya. Akan tetapi, bila ternyata pada akhirnya tertutup dengan amal buruk, maka seperti yang dikatakan pada sebuah hadits: "Segala amal perbuatan itu perhitungannya tergantung pada amal terakhirnya." Maksudnya, menurut kami hanya menyangkut orang-orang tertentu dan keadaan tertentu. Adapun hadits yang disebut oleh Imam Muslim dalam Kitabul Iman dari kitab shahihnya bahwa Rasulullah berkata: " Seseorang melakukan amalan ahli surga dalam pandangan manusia, tetapi sebenarnya dia adalah ahli neraka." Menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukannya semata-mata untuk mendapatkan pujian/popularitas. Yang perlu diperhatikan adalah niat pelakunya bukan perbuatan lahiriyahnya, orang yang selamat dari riya' semata-mata karena karunia dan rahmat Allah Ta'ala.

Kalimat " maka demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya ada seseorang diantara kamu melakukan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. " Maksudnya bahwa, hal semacam ini bisa saja terjadi namun sangat jarang dan bukan merupakan hal yang umum. Karena kemurahan, keluasan dan rahmat Allah kepada manusia. Yang banyak terjadi manusia yang tidak baik berubah menjadi baik dan jarang orang baik menjadi tidak baik.

Firman Allah, “Rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku” menunjukkan adanya kepastian taqdir sebagaimana pendirian ahlussunnah bahwa segala kejadian berlangsung dengan ketetapan Allah dan taqdir-Nya, dalam hal keburukan dan kebaikan juga dalam hal bermanfaat dan berbahaya. Firman Allah, QS. Al-Anbiya’ : 23, “Dan Dia tidak dimintai tanggung jawab atas segala tindakan-Nya tetapi mereka akan dimintai tanggung jawab” menyatakan bahwa kekuasaan Allah tidak tertandingi dan Dia melakukan apa saja yang dikehendaki dengan kekuasaa-Nya itu.

Imam Sam’ani berkata : “Cara untuk dapat memahami pengertian semacam ini adalah dengan menggabungkan apa yang tersebut dalam Al Qur’an dan Sunnah, bukan semata-mata dengan qiyas dan akal. Barang siapa yang menyimpang dari cara ini dalam memahami pengertian di atas, maka dia akan sesat dan berada dalam kebingungan, dia tidak akan memperoleh kepuasan hati dan ketentraman. Hal ini karena taqdir merupakan salah satu rahasia Allah yang tertutup untuk diketahui oleh manusia dengan akal ataupun pengetahuannya. Kita wajib mengikuti saja apa yang telah dijelaskan kepada kita tanpa boleh mempersoalkannya. Allah telah menutup makhluk dari kemampuan mengetahui taqdir, karena itu para malaikat dan para nabi sekalipun tidak ada yang mengetahuinya”.

Ada pendapat yang mengatakan : “Rahasia taqdir akan diketahui oleh makhluk ketika mereka menjadi penghuni surga, tetapi sebelumnya tidak dapat diketahui”.

Beberapa Hadits telah menetapkan larangan kepada seseorang yang tdak mau melakukan sesuatu amal dengan alasan telah ditetapkan taqdirnya. Bahkan, semua amal dan perintah yang tersebut dalam syari’at harus dikerjakan. Setiap orang akan diberi jalan yang mudah menuju kepada taqdir yang telah ditetapkan untuk dirinya. Orang yang ditaqdirkan masuk golongan yang beruntung maka ia akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan golongan yang beruntung sebaliknya orang-orang yang ditaqdirkan masuk golongan yang celaka maka ia akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan golongan celaka sebagaimana tersebut dalam Firman Allah :
“Maka Kami akan mudahkan dia untuk memperoleh keberuntungan”. (QS. Al Lail :7)

“Kemudian Kami akan mudahkan dia untuk memperoleh kesusahan”. (QS.Al Lail :10)

Para ulama berkata : “Al Qur’an, lembaran, dan penanya, semuanya wajib diimani begitu saja, tanpa mempersoalkan corak dan sifat dari benda-benda tersebut, karena hanya Allah yang mengetahui”.

Allah berfirman : “Manusia tidak sedikit pun mengetahui ilmu Allah, kecuali yang Allah kehendaki”.(QS. Al Baqarah : 255)
[Syarah Hadits Arba'in Nawawi, Ibnu Daqieq al "ied, hadits ke 4]

Ibnu Rajab rohimahullah berkata :
“Perkataan (( Menurut pandangan manusia )) memberikan isyarat terhadap sisi batin ( tersembunyi ) berlainan dengan apa yang nampak.

Bahwa akhiran yang jelek dikarenakan kejelekan yang ada di dalam ( batin ) kepada hamba tersebut. Yang mana orang-orang tidak mengetahuinya. Mungkin dari amalan yang jelek atau yang semisalnya. Itulah perangai tersembunyi yang menjadikan dia syu’ul khotimah ( akhiran yang jelek ) ketika meninggal dunia.

Begitu juga ada orang yang melakukan amalan ahli neraka, akan tetapi dalam hatinya ada perangai tersembunyi yang baik. Sampai perangai tersebut bisa mengalahkan waktu akhir hayatnya sehingga dia mendapatkan husnul khotimah ( akhiran yang baik )

Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata :
“ Sesungguhnya hadits Ibnu Mas’ud ( sampai antara dia dengan surga kecuali sejengkal ), maksudnya bukan amalan yang menyampaikan dia ke tempat sampai tidak tersisi melainkan sejengkal. Karena kalau sekiranya dia beramal seperti amalan ahli surga secara benar dari pertama kali. Allah tidak akan menghinakannya. Karena Allah Maha Dermawan terhadap hamba-Nya. Hamba yang menuju kepada Allah tidak tersisa masuk surga melainkan sejengkal kemudian Allah menghalanginya ??. Ini mustahil terjadi.

Akan tetapi maksudnya adalah dia beramal seperti amalan ahli surga menurut pandangan manusia. Sampai ketika sudah tidak ada lagi tinggal ajal yang menjemputnya, hatinya berpaling. Kami berlindung kejelekan kepada Allah – kami memohon kepada Allah kebaikan – ini maksud hadits Ibnu Mas’ud. Jadi tidak tersisa antara dia dengan surga tinggal sejengkal berkaitan dengan ajalnya. Karena memang asalnya dia tidak beramal seperti amalan ahli surga – kami berlindung kepada Allah dari hal tersebut, kami memohon jangan sampai hati kita berpaling – dia beramal tapi dalam hatinya perangai jelek yang disimpan sampai tidak tersisi melainkan sejengkal lagi dan dia mati. Selesai dari “ Liqa’ Syahri : 13 / 14 “

Syekhul Islam berkata : “ Haadits ini dan yang semisalnya ada dua pembahasan
Pertama : Qadar yang lampau yaitu Allah mengetahui ahli surga dan ahli neraka sebelum mereka melakukan amalan-amalan. Hal in benar dan wajib diyakini ( diimani ) ba...hkan para Imam telah menetapkannya seperti Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bahwa barangsiapa yang mengingkarinya maka dia kafir. Bahkan wajib beriman bahwa Allah mengetahui apa yang akan terjadi semuanya dan wajib untuk mengimaninya terhadap apa yang diberitahukan kepada kita. Bahwa hal tersebut telah diberitahukan dan di tulis sebelum terjadi.

Kedua : Sesungguhnya Allah mengetahui semua urusan yang terjadi. Dan Dia menjadikan sesuatu itu ada sebabnya. Sehingga diketahui bahwa hal tersebut terjadi dengan adanya sebab. Sebagaimana Dia mengetahui orang ini akan melahirkan sehingga dia berhubungan badan dan hamil.kalau sekiranya dikatakan : “ Kalau Allah telah mengetahui dia akan melahirkan diriku, tidak perlu dia berhubangan badan “. Maka dia termasuk orang yang bodoh. Karena Allah mengetahui apa yang akan terjadi dengan mentakdirkan dia berhubungan badan. Begitu juga kalau Dia mengetahui tanaman itu akan tumbuh dengan disirami air dan di tabur bibit. Kalau ada yang mengatakan : “ Kalau Dia mengetahui akan tumbuh, tidak perlu lagi menabur bibit, maka dia bodoh dan sesat. Karena Allah mengetahui apa yang akan terjadi setelah itu.

Begitu juga Dia mengetahui ini bahagia dan ini sengsara di akhirat. Kami katakan, hal itu karena dia melakukan amalan-amalan orang yang sengsara. Allah mengetahui dia sengsara dengan amalan ini. Kalau dikatakan : “ Dia akan tetap sengsara meskipun tidak beramal “, maka ucapan tersebut batil. Karena Allah tidak akan memasukkan seorangpun ke neraka kecuali atas usahanya.

Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya “. Shod : 58. Dia bersumpah Neraka di penuhi oleh Iblis dan para pengikutnya. Para pengikut Iblis telah berbuat kemaksiatan kepada Allah. Allah tidak akan menghukum seorang hamba terhadap apa yang Allah ketahui sampai dia melakukannya.

Begitu juga Surga Allah ciptakan untuk ahli iman dan ketaatan. Barangsiapa yang di takdirkan masuk di dalamnya, dimudahkan baginya keimanan dan ketaatan. Barangsiapa yang mengatakan : “ Saya masuk surga baik beriman maupun kafir. Kalau dia mengetahui dia termasuk ahli surga, maka dia telah berbohong kepada Allah. Karena Allah mengetahui dia termasuk ahli surga karena keimanannya. Kalau dia tidak beriman, maka Allah mengetahui dia tidak akan masuk surga, karena tidak ada keimanan bahkan kekufuran. Oleh karena itu Allah mengetahui dia termasuk ahli neraka.

Oleh karena itu Allah memerintahkan untuk berdoa, meminta pertolongan kepada Allah dan sebab-sebab yang lainnya.

Barangsiapa yang berkata : “ Saya tidak berdoa, tidak akan meminta karena menggantungkan qadar, maka dia salah juga. Karena Allah menjadikan doa dan meminta sebagai sebab untuk mendapatkan pengampunan, rahmat, hidayah, pertolongan dan rezki-Nya. Kalau seorang hamba ditakdirkan baik, dia akan mendapatkannya dengan berdoa. Tidak akan didapatkan tanpa melalui doa. Dan apa saja yang Allah takdirkan dan Allah ketahui tidak akan terjadi melainkan dengan mentakdirkan sebab agar bisa mendapatkannya. Tidak ada di dunia maupun di akhirat sesuatupun kecuali dengan adanya sebab. Dan Allah yang menciptakan sebab dan hasil dari sebab tersebut.

Dalam masalah ini ada dua kelompok yang tersesat.

Kelompok pertama : mereka beriman terhadap qadar dan menyangka cukup untuk mendapatkan maksud. Sehingga mereka tidak mengambil sebab-sebab yang disyareatkan dan melakukan amalan sholeh. Mereka mendapatkan urusannya sampai kepada mengkufuri Kitab-kitab Allah dan Rasul-Nya serta agama-Nya.

Kelompok lain : mereka mengambil dan meminta balasan dari Allah. Seperti pekerja meminta upah kepada yang memperkejakannya. Mereka menyandarkan kepada kekuatan dan amalannya. Seperti permintaan para raja. Mereka itu bodoh dan sesat. Karena Allah memerintah hamba-hamba-Nya bukan karena membutuhkan kepadanya. Tidak juga melarangnya karena kekikiran-Nya. Akan tetapi memerintahkan suatu perintah yang membawa kemaslahatan baginya. Dan melarang sesuatu karena ada kerusakannya.

Dia Allah subhanahu yang berfirman dalam hadits Qudsi : “ Wahai hamba-Ku, sesungguhnya engkau tidak akan sampai bisa membuat kemudhorotan sampai saya merasa dapat mudhorot. Begitu juga tidak akan sampai membuat manfaat sampai bisa memberi manfaat kepada-Ku “. Barangsiapa yang berpaling dari perintah, larangan, janji dan ancaman karena hanya melihat Qadar, maka dia telah tersesat. Barangsiapa yang meminta untuk melakukan perinta dan larangan dengan berpaling dari Qadar juga tersesat. Akan tetapi orang-orang yang beriman adalah yang mengucapkan : “ Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan “. Dia beribadah karena mengikuti perintah dan memohon pertolongan karena keimanan terhadap Qadar “

 
[Diambil dari beberapa tulisan di kitab Majmu’ Fatawa 8 / 66 dan seterusnya.]

Percaya takdir untuk CINTA

Assalamualaikum

Cinta. Kenapa orang selalu bercerita tentang cinta. Kisah cinta sedih macam Lagenda Budak Setan. Setakat ni tak pernah tengok kisah cinta yang menggembirakan. Kisah cinta diri sendiri pun banyak cabaran. Bila bercinta, kita tak tahu apa yang akan jadi in future. Mesti kita terfikir.."Betulke dia sayang aku", " Dia ada someone else ke?", "cinta ni akan bertahan lama ke?" and so on. Sometimes bila kita dengan someone, mesti ada orang ketiga yang akan mengganggu relationship tu dalam sedar tak sedar. Kepercayaan tu pun kadang-kadang boleh pudar sebab tak nampak cinta tu kat mana. Orang ketiga boleh ambil kesempatan atas sifat baik seorang kawan. Dalam diam ada niat untuk mengambil tempat kawannya. Tu tak boleh nak judge macam mana. Hati masing-masing, hitam ke putih ke, masing-masing takkan tahu. Tu kisah cinta menyayat hati kalau kawan sendiri boleh ambil tempat atau istilah rampas kekasih kawan sendiri. That's another story.

Kalau suruh percaya pada takdir, then why nak ada status in relationship? Why not just friends then let takdir yang tentukan sama ada jodoh tu ada ke tak. Sometimes status couple tu boleh jadi satu ikatan untuk menjaga hati. Tapi kalau sorang je yang jaga hati pun tak guna juga. Puii. Sometimes rasa macam tak perlu ada ikatan relationship. Sigh.

For my current relationship, nothing much to say. In future tak boleh nak predict.  Sebab maybe one day kami takde jodoh. Maybe one day kami tak ditakdirkan untuk bersama sampai bila-bila. Tu part sedih. Sebab macam no reason untuk aku stay masa tu. Sometimes its hard. How can I deal with the environment, the people around me, their thought, and I had to take care a lot of people's heart. So, the solution is, percaya pada takdir. Be positive in mind.

But, we can't think positive all the time right? When people around you cucuk-cucuk, tell their thought about something unpredicted..who feel the pain? You still need the support from your partner.

Pengalaman tu buat kita jadi kuat. Keep moving on with life. Kita harus percaya, there's someone out there for you. Takdir kan?? Kalau lah the best person yang pernah kamu jumpa, has been taken away by someone else..maybe itu bukan jodoh kamu. Mungkin kamu bukan terbaik untuknya, mungkin dia bukan yang terbaik untuk kamu. Jadi open your eyes, be ready for any unexpected circumstances. TAKDIR KAN???

YOUR HAPPINESS IS IN YOUR HAND. CHOOSE THE BEST.

Tahukah anda Keluasan NERAKA?..

menulis “Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata:

Jibrail datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.:

“Mengapa aku melihat kau berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”
Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibrail, jelaskan padaku sifat Jahannam.”
Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,andaikan terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yang di hujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api.Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bahagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: iaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?”Jawab Jibrail:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun sedang namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nasara bernama Sa’eir.”
Kemudian Jibrail diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya:

“Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?”
Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”

Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibrail meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: “Ya Jibrail, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”

Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibrail juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab “Peringatan Bagi Yg Lalai”)
Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku.

Tahukah kamu bahawa neraka jahanamKu itu:
1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat
2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah
3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung
4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah
5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik
6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak
7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum
8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular
9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.
10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai
11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua.Wallahua’ lam.
Al-Quran Surah Al- Baqarah Ayat 159

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami terangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk.
Dari Abdullah bin ‘Amr R.A, “

24 perkara JANGAN dilakukan

Sesungguhnya di dalam hidup kita dikelilingi oleh perkara-perkara yg. menyeronokkan. Tetapi itulah sesungguhnya yg. mendatangkan keburukan kepada kita. Di bawah ini terdapat 24 perkara – perkara yg. jangan dilakukan yg. seharusnya kita ambil iktibar supaya kita dapat memuhasabah diri sendiri. :
1. Jangan sengaja lewatkan solat. Perbuatan ini tidak disukai oleh ALLAH s.w.t.
2. Jangan masuk ke bilik air tanpa memakai alas kaki (selipar). Dikhuatiri terbawa keluar najis dan mengotori seluruh rumah kita.
3. Jangan makan dan minum dalam bekas yg. pecah @ sumbing. Makruh kerana ianya merbahayakan.
4. Jangan biarkan pinggan magkuk yg. telah digunakan tidak berbasuh. Makruh dan mewarisi kepapaan.
5. Jangan tidur selepas solat Subuh, nanti rezeki mahal (kerana berpagi-pagi itu membuka pintu berkat)
6. Jangan makan tanpa membaca BISMILLAHHIRRAHMANNIRAHIM dan doa makan. Nanti makanan yg. dimakan adalah dari muntah syaitan.
7. Jangan keluar rumah tanpa niat membuat kebajikan @ kebaikan. Takut-takut mati dalam perjalanan.
8. Jangan pakai kasut atau selipar yg. berlainan pasangan. Makruh dan mewarisi kepapaan.
9. Jangan biar mata liar di perjalanan. Nanti hati kita gelap diselaputi dosa.
10. Jangan bergaul bebas ditempat kerja. Banyak buruk dari baiknya.
11. Jangan menangguhkan taubat bila berbuat dosa kerana mati boleh datang bila-bila masa.
12. Jangan ego untuk meminta maaf kepada kedua ibubapa dan sesama manusia kalau memang kita bersalah. 13. Jangan mengumpat sesama rakan taulan. Nanti rosak silaturrahim..
14. Jangan lupa bergantung harap hanya kepada ALLAH s.w.t dalam setiap kerja kita. Nanti sombong bila berjaya dan kecewa pula bila gagal.
15. Jangan bakhil untuk bersedekah. Sedekah itu memanjangkan umur dan memurahkan rezeki kita.
16. Jangan banyak ketawa nanti mati jiwa.
17. Jangan biasakan berbohong kerana ia adalah ciri-ciri munafik dan menghilangkan kasih sayang org kepada kita.
18. Jangan suka menganiaya manusia atau haiwan kerana doa makhluk yg. teraniaya cepat dimakbulkan ALLAH s.w.t.
19. Jangan terlalu susah hati dengan urusan dunia. Akhirat itu lebih utama dan kekal selamanya. Carilah kehidupan dunia untuk akhirat.
20. Jangan duduk dalam bilik air terlalu lama kerana disitulah tempat tinggal jin kafir dan syaitan.
21. Jangan merokok dan memasang kemenyan kerana asap itu adalah makanan jin.
22. Jangan lupa membaca BISMILLAHIRRAHMANNIRAHAIM dan salam ketika masuk ke rumah dikhuatiri jin dan syaitan masuk bersama.
23. Jangan memakai tangkal kerana ALLAH s.w.t tidak sempurnakan agama seseorang itu jika memakai tangkal ini adalah kerana dikhuatiri kita bergantung kepada tangkal bukan kepadaNYA.
24. Jangan mempertikaikan kenapa ISLAM itu berkata jangan sebab semuanya untuk kebaikan dan sesungguhnya ALLAH s.w.t itu lebih mengetahui. Yang baik itu adalah dari ALLAH s.w.t dan yg. buruk itu dari hambanya juga.

Wallahuallam.

Asal usul dajal

Asal-Usul Keluarganya:
Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apajua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin” seperti halnya Nabi Isa as yg di angkat oleh Allah swt ke ataslangit dan ditangguhkan kematiannya sehingga beliau nantinya turun semula keatas muka bumi ini lalu beliau akan mati dan di kuburkan di Madinah AlMunawwarah. Sama juga halnya dgn Iblis yg di tangguhkan kematiannya sehinggakiamat nanti.
Dajjal; ayahnya seorang yg tinggi dan gemuk. Hidungnya seperti Paruh burung.Sedangkan Ibunya pula seorang perempuan gemuk dan banyak dagingnya. MenurutImam Al Barzanji ada pendapat mengatakan bahawa asal keturunan bapanya ialahseorang Dukun Yahudi yg di kenali dgn “syaqq” manakala ibunya adalah daribangsa Jin. Ia hidup di zaman Nabi Sulaiman as dan mempunyai hubungan denganmakhluk halus. Lalu oleh Nabi Sulaiman ia akhirnya ditangkap dan dimasukkanke dalam penjara. Walau bagaimanapun kelahiran dan kehidupan masa keciltidak diketahui dgn jelas.
Sifat Badannya:
Hadis Huzaifah r.a katanya: Rasulullah s.a.w. telah bersabda: Dajjal ialah orang yang buta matanyasebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga danNeraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka(Hadis Sahih Muslim)
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullahsaw, diantaranya:
Seorang yg kelihatannya masih muda;Berbadan Besar dan agak kemerah-merahan;Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahankayu yg rimbun.
Dan tandanya yg paling ketara sekali ada duaertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut,manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-keliplaksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapatdibaca oleh setiap org Islam, sama ada ia pandai membaca atau tidak.Mengikut hadis riwayat At-Thabrani, kedua-dua tanda ini menjelma dalam diriDajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, kedua-dua tandayg terakhir ini belum ada pada dirinya.
Tempat Tinggalnya Sekarang:
Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dlm kitab “Shahih Muslim”, bahawaDajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau danditunggu oleh seekor binatang yg bernama “Al-Jassasah”. Terdapat hadis mengenainya.. (tetapi terlalu panjang utk ditulis.. andaboleh membaca terus dari buku). Daripada Hadis ini jelaslah bagi kita bahawaDajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yg diizinkan oleh Allah swt utkkeluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah disebelah Timur bukan di Barat.
Berapa lama ia akan hidup setelah kemunculannya:
Dajjal akan hidup setelah ia memulakan cabarannya kepada umat ini, selamaempat puluh hari sahaja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dgnsetahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satuminggu dan hari-hari baki lagi sama seperti hari-hari biasa. Jadikeseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerosakan itu ialah 14 bulan dan14 hari. Dalam Hadis riwayat Muslim ada disebutkan:
Kami bertanya: “Wahai Rasulullah! Berapa lamakah ia akan tinggal di mukabumi ini? Nabi saw, menjawab: Ia akan tinggal selama empat puluh hari. Hariyg pertama seperti setahun dan hari berikutnya seperti sebulan dan hariketiga seperti seminggu. Kemudian hari yg masih tinggal lagi (iaitu 37hari) adalah sama seperti hari kamu yg biasa.Lalu kami bertanya lagi: Wahai Rasulullah saw! Di hari yg panjang sepertisetahun itu, apakah cukup bagi kami hanya sembahyang sehari sahaja (iaitu 5waktu sahaja). Nabi saw menjawab: Tidak cukup. Kamu mesti mengira hari itudgn menentukan kadar yg bersesuaian bagi setiap sembahyang..”
Maksud Sabdaan Rasulullah saw, ini ialah supaya kita mengira jam yg berlalu pada hari itu. Bukan mengikut perjalanan matahari seperti biasanya kitalakukan. Misalnya sudah berlalu tujuh jam selepas sembahyang Subuh pada hariitu maka masuklah waktu sembahyang Zohor, maka hendaklah kita sembahyangZohor, dan apabila ia telah berlalu selepas sembahyang Zohor itu tiga jamsetengah misalnya, maka masuklah waktu Asar, maka wajib kita sembahyang AsarBegitulah seterusnya waktu Sembahyang Maghrib, Isyak dan Subuh seterusnyahingga habis hari yg panjang itu sama panjangnya dgn masa satu tahun danbilangan sembahyang pun pada sehari itu sebanyak bilangan sembahyang setahunyg kita lakukan. Begitu juga pada hari Kedua dan ketiga.
Fitnah Dajjal:
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah swt utk menguji umat ini. Oleh keranaitu, Allah memberikan kepadanya beberapa kemampuan yg luar biasa. Di antarakemampuan Dajjal ialah:
1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akanmematuhinya.Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dgnkemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akankurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasadan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilandakebuluran dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Makadaerah mana yg percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlahkamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur. Begitujuga ekonomi, perdagangan akan menjadi makmur dan stabil pada org ygbersekutu dgn Dajjal. Manakala penduduk yg tidak mahu bersukutu dgn Dajjal..mereka akan tetap berada dlm kebuluran dan kesusahan.
Dan ada diriwayatkanpenyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan org ygtidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kebuluran.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya:”Jadi apa yg dimakan oleh org Islam yg beriman pada hari itu wahaiRasulullah?”Nabi menjawab:”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih danbertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” H.R IbnuMajah
2. Ada bersamanya seumpamanya Syurga dan Neraka:
Di antara ujian Dajjal ialah kelihatan bersama dengannya seumpama syurga danneraka dan juga sungai air dan sungai api. Dajjal akan menggunakankedua-duanya ini untuk menguji iman org Islam kerana hakikat yg benar adalahsebalik dari apa yg kelihatan. Apa yg dikatakan Syurga itu sebenarnya Nerakadan apa yg dikatakannya Neraka itu adalah Syurga.
3. Kepantasan perjalanan dan Negeri-Negeri yang tidak dapat dimasukinya:
Kepantasan yg dimaksudkan ini tidak ada pada kenderaan org dahulu. Kalauhari ini maka bolehlah kita mengatakan kepantasan itu seperti kepantasanjet-jet tempur yg digunakan oleh tentera udara atau lebih pantas lagidaripada kenderaan tersebut sehinggakan beribu-ribu kilometer dapat ditempuhdalam satu jam”… Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana kepantasan perjalanannya diatas muka bumi ini?Nabi menjawab:”Kepantasan perjalanannya adalah seperti kepantasan “Al Ghaist” (hujan atauawan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim
Namun demikian, Dajjal tetap tidak dapat memasuki dua Bandar suci umat Islamiaitu Makkah Al Mukarramah dan Madinah Al Munawwarah.
4. Bantuan Syaitan-Syaitan untuk memperkukuhkan kedudukannya:
Syaitan juga akan bertungkus-lumus membantu Dajjal. Bagi syaitan, inilahmasa yg terbaik utk menyesatkan lebih ramai lagi anak cucu Adam a.s.


Hari ni tiba2 tertrik dengan tajuk ini....kini kita berada di akhir zaman,dan hanya tunggu kiamat....

Wednesday, April 13, 2011

HUKUM MELUKIS KOMIK

Hukum melukis gambar bergantung kepada gambar yang dilukis dan tujuan ia dilukis. Perinciannya adalah seperti berikut;

a) Jika yang dilukis itu adalah gambar-gambar Tuhan yang disembah selain Allah seperti patung-patung berhala dan sebagainya, pelukisnya adalah kafir. Lukisan sebeginilah yang diancam dengan siksaan oleh Allah sebagaimana sabda Nabi s.a.w.;

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ
“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di akhirat ialah para pelukis”. (Riwayat Imam Muslim).

Berkata Imam at-Tabari; “Pelukis yang dimaksudkan di sini ialah orang yang melukis Tuhan yang disembah selain Allah…”.

b) Diharamkan juga melukis dengan tujuan untuk menandingi ciptaan Allah, iaitu merasakan diri dapat mencipta dan membuat rekaan sebagaimana ciptaan Allah. Hal ini kembali kepada niat pelukis itu sendiri. Pelukis sebegini juga diancam dengan siksaan yang berat oleh Rasulullah s.a.w. dengan sabdanya;

أَشَدُّ النَّاسِ عَذَاباً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقيَامَةِ، الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللهِ
“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya di hari kiamat ialah orang-orang yang melakukan sesuatu untuk menandingi ciptaan Allah”. (Riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah r.a.)

c) Diharamkan juga melukis gambar malaikat, para Nabi dan para sahabat iaitu orang-orang yang dimuliakan di sisi agama kerana dikhuatiri lukisan gambar mereka akan menjatuhkan kemuliaan mereka di samping berlakunya pemalsuan kerana tidak ada seorang pun yang hidup hari ini yang pernah melihat mereka.

d) Diharamkan juga melukis gambar tokoh-tokoh yang kufur, zalim atau fasik seperti pemimpin-pemimpin yang menentang Islam, memusuhi Syari’at Allah, penyanyi-penyanyi atau pelakon yang mendorong manusia kepada maksiat, memuja kebatilan dan sebagainya. Melukis gambar mereka merupakan pemujaan terhadap mereka sedangkan mereka adalah orang-orang yang dibenci oleh agama.

e) Diharamkan juga melukis gambar-gambar yang mendedahkan aurat, berunsur lucah dan menggairahkan nafsu dan sebagainya lagi yang dilarang oleh Syarak.

Kesimpulan, diharamkan melukis gambar-gambar yang menyalahi agama dan mengandungi unsur-unsur yang dilarang oleh Syari’at termasuk yang mendorong manusia kepada kekufuran, syirik, maksiat dan munkar. Adapun selainnya yang jauh dari perkara-perkara di atas, maka ia tidaklah diharamkan.

Sebenarnya, para ulamak mempunyai pelbagai pandangan dalam masalah melukis ini terutamanya jika objek yang dilukis itu adalah makhluk-makhluk bernyawa iaitu manusia dan binatang. Pandangan yang saya kemukakan di atas ialah pandangan yang ditarjih oleh Dr. Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya al-Halal Wa al-Haram Fil-Islam. Teruskan niat baik saudara untuk berdakwah melalui lukisan komik itu dengan menjaga batasan-batasan yang digariskan di atas.

Wallahu a’lam.

Melukis dalam hukum Islam


1.Bagaimanakah kedudukan melukis potret dan objek bernyawa dalam hukum Islam.
Islam adalah agama yang mencintai keindahan sehingga di dalam hadith Nabi Muhammad s.a.w, baginda bersabda:

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
yang bermaksud:
Sesungguhnya Allah adalah zat yang Maha Indah dan suka kepada keindahanَ

Antara perkara yang dianggap sebagai satu keindahan yang mempunyai nilai kesenian adalah gambar yang dilukis di papan-papan kanvas dan ukiran-ukiran yang dipahat di atas batu atau kayu. Persoalannya, adakah Islam berdasarkan ijtihad para fuqaha membenarkan kesemua lukisan dan ukiran atau sebaliknya?

Beberapa perbahasan yang disepakati dari segi hukumnya oleh seluruh para fuqaha Islam

1. Seluruh para ulama Islam bersepakat bahawa seseorang individu dibenarkan untuk melukis gambar-gambar benda yang merupakan hasil ciptaan manusia itu sendiri seperti melukis gambar rumah, kereta, masjid, komputer dan sebagainya.
Ini kerana manusia telah dibenarkan untuk mencipta benda-benda tersebut. Apabila seseorang individu itu telah dibenarkan oleh Islam untuk mencipta kereta, dia juga boleh melukis gambar kereta. Ini kerana gambar kereta lebih mudah untuk dihasilkan berbanding dengan mencipta kereta. Kalaulah mencipta kereta yang lebih sukar telahpun dibenarkan oleh Islam, maka menghasilkan gambar kereta lebih-lebih lagi dibenarkan.

2. Para fuqaha Islam juga telah bersependapat mengatakan bahawa seseorang itu boleh untuk melukis gambar-gambar alam semulajadi yang diciptakan oleh Allah Taala seperti gambar tasik, sungai, laut, bulan, bintang, matahari dan sebagainya.
Walaubagaimanapun, sekiranya gambar alam semulajadi itu dijadikan sebagai bahan sembahan orang yang bukan beragama Islam seperti golongan penyembah matahari, maka sekiranya penyembah matahari meminta sang pelukis untuk melukis gambar matahari untuk disembah selepas itu, pastinya hukum melukis gambar matahari ketika situasi ini adalah haram. Ini kerana gambar yang bakal dilukis akan digunakan untuk tujuan maksiat iaitu menyembah selain daripada Allah Taala.

Beberapa perbahasan yang tidak disepakati dari segi hukumnya oleh para fuqaha Islam
Kebanyakan para fuqaha berpandangan bahawa seseorang pelukis dibenarkan untuk melukis gambar tumbuh-tumbuhan, rumput, buah-buahan dan pokok-pokok. Mereka tidak membezakan antara pokok yang berbuah ataupun pokok yang tidak mengeluarkan buah. Bagi kebanyakan para ulama, hukum melukis tumbuh-tumbuhan dan pokok adalah seperti hukum melukis alam semulajadi seperti sungai, laut, gunung-ganang dan sebagainya.

Walaubagaimanapun, hanya seorang ulama sahaja yang tidak membenarkan melukis gambar pohon-pohon yang mengeluarkan buah. Ulama tersebut adalah Al-Imam Al-Mujahid.
Oleh itu, sekiranya seseorang pelukis ingin melukis gambar pokok yang berbuah, maka berdasarkan pandangan kebanyakan para ulama, hukumnya adalah dibolehkan.


2. Adakah ciri sesuatu potret yang dihasilkan, iaitu 'berwarna' (menyerupai wajah sebenar yang dilukis), atau 'hitam putih' (menyerupai wajah sebenar tetapi tidak berwarna) menjadi penentu dalam mengharuskan penghasilan potret tersebut?

Para fuqaha Islam juga telah bersependapat mengatakan bahawa seseorang itu boleh untuk melukis gambar-gambar alam semulajadi yang diciptakan oleh Allah Taala seperti gambar tasik, sungai, laut, bulan, bintang, matahari dan sebagainya.
Walaubagaimanapun, sekiranya gambar alam semulajadi itu dijadikan sebagai bahan sembahan orang yang bukan beragama Islam seperti golongan penyembah matahari, maka sekiranya penyembah matahari meminta sang pelukis untuk melukis gambar matahari untuk disembah selepas itu, pastinya hukum melukis gambar matahari ketika situasi ini adalah haram. Ini kerana gambar yang bakal dilukis akan digunakan untuk tujuan maksiat iaitu menyembah selain daripada Allah Taala.

Beberapa perbahasan yang tidak disepakati dari segi hukumnya oleh para fuqaha Islam
Kebanyakan para fuqaha berpandangan bahawa seseorang pelukis dibenarkan untuk melukis gambar tumbuh-tumbuhan, rumput, buah-buahan dan pokok-pokok. Mereka tidak membezakan antara pokok yang berbuah ataupun pokok yang tidak mengeluarkan buah. Bagi kebanyakan para ulama, hukum melukis tumbuh-tumbuhan dan pokok adalah seperti hukum melukis alam semulajadi seperti sungai, laut, gunung-ganang dan sebagainya.

Walaubagaimanapun, hanya seorang ulama sahaja yang tidak membenarkan melukis gambar pohon-pohon yang mengeluarkan buah. Ulama tersebut adalah Al-Imam Al-Mujahid.
Oleh itu, sekiranya seseorang pelukis ingin melukis gambar pokok yang berbuah, maka berdasarkan pandangan kebanyakan para ulama, hukumnya adalah dibolehkan.


3. Apakah kedudukan membingkaikan gambar fotografi objek hidup (manusia dan haiwan contohnya), lalu digantung di dinding rumah mahupun pejabat?

Berbalik kepada soalan yang ditanya, ia berkisar berkenaan hukum melukis gambar objek yang hidup yang terdiri daripada manusia dan haiwan. Sememangnya para ulama berselisih pandangan dalam masalah ini. Ini kerana mereka berbeza pandangan dalam memahami hadith Rasulullah yang zahirnya melarang lukisan.

Para fuqaha di dalam 3 mazhab utama iaitu mazhab Al-Imam Abu Hanifah, Al-Imam Al-Syafie dan Al-Imam Ahmad ibnu Hanbal tidak membenarkan sama sekali seseorang individu melukis gambar objek-objek yang hidup daripada manusia dan binatang. Para ulama di dalam tiga mazhab ini juga mengharamkan seseorang daripada mengukir patung-patung yang menyerupai manusia ataupun binatang.

Cuma di dalam Mazhab Al-Imam Malik, para fuqaha mazhab ini (Al-Malikiyyah) berpandangan bahawa hukum melukis gambar yang sempurna[ii] bagi manusia dan haiwan adalah dibenarkan sekalipun hukumnya adalah makruh.

Ini bermakna sekiranya seseorang berniat untuk tidak melukis gambar manusia dan haiwan yang sempurna, maka dia akan mendapat pahala kerana meninggalkan perbuatan yang makruh. Namun sekiranya dia tetap melukis gambar objek hidup secara sempurna, dia tidaklah berdosa tetapi dia tidak akan mendapat sebarang pahala.

Berdasarkan jawapan di atas jelaslah kepada kita bahawa:
Melukis gambar objek yang hidup sama ada gambar manusia atau binatang adalah dibenarkan oleh para fuqaha dalam Mazhab Al-Imam Malik selagi mana gambar tersebut dalam bentuk lukisan atau ukiran. Walaubagaimanapun Al-Malikiyyah (ulama di dalam mazhab Al-Imam Malik) tetap menganggap melukis gambar manusia atau binatang adalah makruh sekiranya gambar objek bernyawa tersebut adalah sempurna.

Namun sekiranya anda ingin memegang pandangan yang mengharamkan sebarang lukisan yang menggambarkan objek manusia atau binatang, maka berdasarkan kaedah:

الْخُرُوْجُ مِنَ الْخِلاَفِ مُسْتَحَبٌّ

yang bermaksud: "Keluar daripada titik perselisihan adalah disunatkan", maka tindakan anda adalah dialu-alukan. Ini kerana apabila anda tidak melukis gambar manusia atau binatang, anda tidak melakukan perbuatan yang haram sama sekali sama ada berdasarkan pandangan yang mengharamkan sebarang gambar manusia dan binatang atau pandangan Al-Malikiyyah yang membolehkan seseorang untuk melukis gambar manusia atau binatang.

Walaupun begitu, ini tidak bermakna bahawa seseorang yang berpegang dengan pandangan Al-Malikiyyah adalah berdosa dan wajib diperbetulkan. Ini kerana apabila para ulama berbeza pandangan dalam menetapkan hukum terhadap sesuatu perbuatan, maka seseorang muqallid (individu yang tidak sampai ke tahap mujtahid) berhak untuk meilih mana-mana pandangan tanpa menerima sebarang dosa.

 Hukum Menggantungkan Gambar Di Dinding

* Hukum menggantungkan gambar selain dari gambar manusia dan haiwan adalah dibenarkan. Contohnya gambar tumbuh-tumbuhan dan alam semulajadi.
* Namun sekiranya gambar yang digantung adalah gambar manusia atau haiwan yang sempurna, maka berdasarkan pandangan Al-Malikiyyah, hukumnya adalah makruh sekiranya gambar tersebut digantung atau dimuliakan.
* Sekiranya gambar tersebut tidak dimuliakan, contohnya gambar yang ada pada hamparan, bantal, selipar, kasut dan sebagainya, maka tindakan menggunakan dan menyimpan barang-barang tersebut adalah tidak digalakkan. Ini kerana yang sebaiknya adalah tidak menggunakan langsung sebarang gambar kepada objek hidup.
* Walaubagaimanapun, berdasarkan pandangan para ulama selain daripada Al-Malikyyah, mereka mengharamkan seseorang individu untuk menggantungkan sebarang gambar manusia atau binatang yang sempurna.
* Sekiranya gambar yang ingin digantung adalah gambar manusia atau haiwan yang tidak sempurna seperti gambar kepala manusia sahaja, gambar kepala seekor singa, gambar seekor lembu tanpa kepala dan gambar manusia yang dadanya berlubang, maka kebanyakan para ulama membenarkannya tanpa ada sebarang hukum makruh.

Hadith Yang Menunjukkan Seolah-Olah Pelukis Mencabar Allah

* Berkenaan dengan hadith yang zahirnya menunjukkan bahawa lukisan benda yang bernyawa adalah seakan-akan mencabar ciptaan Allah, bagi para ulama yang berpandangan bahawa lukisan objek manusia dan binatang yang sempurna adalah haram, mereka menjadikan pengharaman tersebut kerana hadith Rasulullah menunjukkan bahawa orang yang melukis objek benda yang bernyawa telah mencabar Allah Taala.
* Namun bagi para ulama yang tidak berpandangan bahawa lukisan gambar manusia dan haiwan adalah haram, mereka berpandangan bahawa maksud lukisan gambar yang membawa kepada mencabar Allah Taala adalah hanya apabila gambar yang dilukis bertujuan untuk disembah
ataupun
* orang yang melukis tersebut sendiri ingin menjadikan lukisannya sebagai satu cara untuk menyatakan kepada orang lain bahawa dia mampu melakukan sebagaimana Allah menciptakan sesuatu objek. Ini bermakna si pelukis sendiri yang berniat untuk mencabar kehebatan Allah dalam mencipta alam.
* Sekiranya si pelukis tidak berniat untuk mencabar atau menandingi Allah Taala dan lukisan yang dibuat bukanlah untuk disembah, maka para ulama yang tidak mengharamkan lukisan akan menyatakan bahawa tiada sebarang sebab yang boleh mengharamkan lukisan.


Penutup.
Perbincangan berkaitan dengan hukum gambar adalah satu perbincangan yang akan memperlihatkan perbezaan pandangan para ulama dalam menentukan hukum. Walaupun ada hadith yang zahirnya menunjukkan bahawa melukis adalah haram, tetapi para ulama berselisih pandangan dalam memahami hadith-hadith tersebut sehingga menyebabkan pandangan yang pelbagai dalam masalah hukum melukis.

Kita sebagai orang Islam wajib untuk menghormati perselisihan pandangan ini dengan tidak memaksa umat Islam yang lain memilih hanya satu pandangan daripada pandangan-pandangan yang pelbagai. Ini kerana setiap pandangan mempunyai sandaran dan hujah ilmu yang diceduk daripada Al-Quran, Al-Sunnah dan dalil-dalil feqh yang lain.

Kita juga tidak boleh mencemuh pandangan sebahagian para fuqaha sekiranya pandangan mereka tidak sama dengan pandangan mazhab yang kita pegangi.

Wallahu A'lam.
Rujukan utama adalah Mausu`ah Fiqhiyyah Quwaitiyyah.
Rujukan artikel adalah dipetik daripada forum Halaqah